asuransi syariah

Apa itu Asuransi Syariah?

Asuransi syariah merupakan asuransi yang memiliki peraturan khusus yag berbeda dengan asuransi pada umumnya. Asuransi ini memiliki label halal sebagaimana pada makanan. Pada umumnya pegguna asuransi ini adalah seorang muslim tetapi tidak menutup kemungkinan non muslim juga menginginkan  asuransi jenis ini.

Keunggulan asuransi syariah adalah pada semangat saling tolong antar anggota karena memang prinsif yang diterapkan di dalam asuransi syariah ini adalah prinsif saling bantu antar anggota.

Syarat-syarat yang diperlukan untuk mengikuti atau bergabung di asuransi syariah ini tidak rumit dan tidak berbeda jauh dengan asuransi pada umumnya. Meningkatnya kebutuhan akan asuransi pada masyarakat membuat pemerintah juga menyarankan adanya asuransi sehingga masyarakat akan terjamin minimal dari segi kesehatan.

Butuh Proposal Asuransi Syariah?
Request Proposal

Semua aktivitas manusia memiliki risiko kerugian dari kejadian tak terduga. Untuk meringankan beban ini kepada orang yang terkena musibah adalah dengan adanya bantuan berupa materi. Sesuatu yang sekarang kita sebut asuransi telah ada sejak  215 SM. Konsep ini telah dipraktekkan dalam berbagai bentuk selama lebih dari 1400 tahun. Ini berasal dari kata Arab Kafalah, yang berarti “menjamin satu sama lain” atau “jaminan bersama”. Konsep ini sejalan dengan prinsip-prinsip kompensasi dan tanggung jawab bersama antara masyarakat.

Asuransi Syariah memiliki  kewajiban bersama untuk membantu kerugian yang di derita oleh anggota lain dalam bentuk kompensasi kepada para korban atau ahli warisnya. Prinsip ini kemudian diperluas ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk perdagangan laut, di mana peserta berkontribusi dana untuk menutupi siapa pun dalam kelompok yang mengalami kecelakaan di perjalanan laut.

Di zaman modern asuransi konvensional, vendor asuransi (perusahaan asuransi) menjual kebijakan dan berinvestasi hasil untuk keuntungan pemegang saham, yang belum tentu pemegang polis. Oleh karena itu ada pemisahan yang jelas antara pemegang polis dan pemegang saham. Pembayaran kepada pemegang polis dapat bervariasi tergantung pada kinerja keuangan, tetapi kembali positif minimum selalu kontrak dijamin.

Disebut asuransi syariah  karena adanya kesamaan yang jelas antara kontrak kafalah (jaminan) dan asuransi.

Asuransi syariah  didirikan pada prinsip koperasi dan pada prinsip pemisahan antara dana dan operasional dari pemegang saham, sehingga melewati kepemilikan Asuransi, dana dan operasi kepada pemegang polis. Para ahli hukum Islam menyimpulkan bahwa asuransi dalam Islam harus didasarkan pada prinsip-prinsip kebersamaan dan kerjasama, meliputi unsur-unsur tanggung jawab bersama, ganti rugi bersama, kepentingan bersama dan solidaritas.

Dalam Asuransi Syariah, pemegang polis adalah investor bersama dengan vendor asuransi , yang bertindak sebagai mudharib atau  manajer atau agen kewirausahaan untuk pemegang polis. Polis berbagi dalam keuntungan investasi keuntungan serta kerugian. Kelebihan keuntungan kembali pada kebijakan tidak dijamin secara hukum, sebagai jaminan keuntungan tetap akan mirip dengan menerima bunga dan menyinggung larangan riba.

Untuk beberapa waktu asuransi konvensional dianggap tidak sesuai dengan syariat yang melarang ketidakpastian yang berlebihan dalam urusan dan investasi di aset berbunga; kedua adalah faktor yang melekat dalam bisnis asuransi konvensional.

Namun, asuransi syariah sesuai dengan syariat (yang menguraikan prinsip-prinsip kompensasi dan tanggung jawab bersama antara masyarakat) dan telah disetujui oleh para sarjana Muslim. Saat ini sudah umum, kesehatan dan keluarga (hidup) rencana asuransi syariah tersedia untuk masyarakat Muslim.

Leave a Comment

Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Name (required)
Email (required)

*

Ingin Kerjasama dengan Promopremi?