asuransi-syariah

Asuransi Syariah : Pilihan Halal untuk Investasi

Apakah asuransi syariah itu halal? Itulah pertanyaan yang sering muncul di benak kita ketika sedang memilih asuransi untuk proteksi diri dan keluarga. Tak bisa dipungkiri, bahwa asuransi adalah bagian dari kebutuhan kita karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di masa yang akan datang. Sehingga langkah antisipasi utuk proteksi  perlu dilakukan. Namun di sisi lain, asurasi ditakutkan menjadi sesuatu yang haram dan bertentangan dengan syariat agama.

Mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas muslim, maka asuransi yang bersifat syariah memang perlu. Oleh karena itu, di sini akan diulas lebih lanjut tentang berbasis syariah dan apakah asuransi itu halal.

Faktor Yang Membedakan Asuransi Syariah

Asuransi syariah itu halal. Itu yang harus kita ketahui terlebih dahulu; namun ada beberapa faktor yang membedakannya dari asuransi konvensional dan membuatnya halal, yakni:

Akad Asuransi Syariah 

Akad dalam asurans berbasisi syariah harus bersifat tabarru’. Tahukah anda apa itu akad yang tabarru’? Tabarru’ adalah akad yang didasarkan pada tujuan tolong menolong. Jadi akad bukan hanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan secara komersil semata. Hal ini sejalan dengan fatwa MUI yang dikeluarkan pada tahun 2011 bahwa akad yang dilakukan antara perusahaan asuransi dengan masyarakat adalah bersifat tolong-menolong.

Tujuan Asuransi Syariah

Seperti yang dikutip dari akad, bahwa asuransi dengan akad tabarru bersifat tolong menolong, maka salah satu tujuan diselenggarakannya asuransi adalah untuk menolong melalui pendanaan. Namun ada satu hal yang haris digaris bawahi dalam akad di sini. Tidak boleh ada riba dalam. Jadi antar anggota asuransi tersebut bersifat sharing risk. Seluruh dana yang terkumpul dari para anggota akan dikumpulkan menjadi satu. Lalu akan diberikan kepada anggota yang sedang mengalami musibah atau perlu pembiayaan di rumah sakit.

Syarat Asuransi Syariah

Syarat yang paling utama dalam asuransi syariah adalah tanpa riba. Namun selain itu, ada syarat lain yang harus diperhatikan. Sistem keuangan yang berjalan dalam perusahaan asuransi tersebut harus menggunakan keuangan yang barokah. Bila ada dana yang surplus karena tidak ada anggota yang membutuhkan pembiayaan, maka boleh dibagikan kembali kepada anggota dengan menggunakan sistem pembagian yang baik.

Nah, sekarang anda sudah tahu  apakah asuransi dengan sistem syariah itu halal atau tidak. Kini anda tak perlu ragu lagi untuk memilih perusahaan asuransi yang menerapkan sistem syariah untuk proteksi kesehatan anda dan keluarga. Bila ada asuransi syariah, kenapa anda harus memilih yang konvensional dengan sistem riba yang tinggi? Dengan asuransi yang berbasis ajaran Islam, anda tidak perlu was-was jika dana yang digunakan untuk pembiayaan kesehatan maupun pendidikan anggota keluarga berasal dari riba. Semoga bermanfaat!

COMMENTS (1)

Leave a Comment

Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Name (required)
Email (required)

*

Apakah Kamu ingin dihubungi Agen Asuransi?