macet

Macet Membuat Orang Gila

Sudah menjadi kebiasan di pagi hari, siang dan sore hari di daerah-daerah kota besar yang di sebut dengan kemacetan. Macet yang menyerang masyarakat perkotaan dengan beban dan tanggung jawab kehidupan menyebabkan stres yang tinggi sampai bisa menjadi gangguan kejiwaan. Di tengah aktifitas yang membutuhkan waktu cepat, namun memiliki jarak yang cukup jauh membuat para pengemudi memiliki ego yang tinggi untuk saling mendahului sehingga tak jarang terjadi kecelakaan disela-sela kemacetan. Kewaspadaan para pengemudi terkadang hilang saat stres yang dia alami sudah meningkat tajam, dengan beban pekerjaan yang menumpuk, polusi yang tinggi, perut yang kosong serta sederet masalah-masalah lainnya yang membuat otak kehilanggan asupan oksigen. Sedang oksigen yang tersedia di jalanan kota-kota besar sudah tercemar oleh karbondioksida yang di hasilkan oleh kendaraan. Semakin hari semakin banyak pemilik kendaraan pribadi yang mengurangi dan mengubah ketersediaan oksigen menjadi karbondioksida.

Tidak bisa di pungkiri bahwasannya penduduk kota cenderung memiliki tinggkat emosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk desa hal ini dikarenakan otak yang terus dipaksa bekerja dengan asupan oksigen yang minim membuat otak stres. Keadaaan ini bila dibiarkan dalam jangka waktu berkepanjangan dapat memnyebabkan gangguan kejiwaan. Maka dari itu penduduk kota pada umumnya selalu meluangkan waktu sedikitnya 4 jam setiap minggunya untuk pergi ke tempat yang tenang, sejuk, banyak oksigen sehingga dapat melepas penat dan dapat melanjutkan aktifitas keesokan harinya dengan kebugaran.

Namun ada yang menakjubkan di tengah kendala macetnya kota-kota besar, masyarakat malah berduyun-duyun datang ke kota untuk mengadu nasib, jikalau demikian urusan perut akan menjadi penambah tingginya tinggat emosi bahkan bisa jadi perilaku kejahatan. Kota identik dengan kepadatan penduduk, ramainya pengguna jalan, stabilitas kepercayaan yang rendah, ego yang tinggi serta tuntutan dedikasi menyebakan persaingan tidak mengenal persaudaraan lagi, hukum rimba malah berlaku di kota-kota besar di mana yang kuat itu yang akan bertahan.

Kota seakan-akan menjanjikan sejuta impian, namun tanpa disadari kota adalah pertarungan. Tak banyak orang yang menang, begitu juga sebaliknya tidak jarang pula yang kalah dalam mengahadapi kota. Ada yang bilang ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri, ya memang itu ungkapan apa adanya yang terjadi di daerah perkotaan. Jadi anda sebagai penduduk perkotaan harus dapat menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani anda secara tepat sehingga anda dapat menjadi pemenang di ibu kota.

COMMENTS (1)
Reply

Banyak orang yang selalu mengeluh dengan kemacetan di Jakarta. Memang tak bisa dipungkiri, jika macet adalah hal yang tidak menyenangkan. Namun tahukah kamu, ternyata ada hal positif yang bisa diambil dari kejadian ini dan bisa membuatmu lebih bijaksana dan lebih baik lagi. Berikut beberapa hal positif yang bisa diambil dari kejadian menjengkelkan ini.

Leave a Comment

Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Name (required)
Email (required)

*

Ingin Kerjasama dengan Promopremi?