merencanakan keuangan

Merencanakan Keuangan pada Usaha Baru

Setiap usaha memiliki resiko sukses dan gagal dan setiap usaha memiliki strategi dan cara merencanakan keuangan yang berbeda-beda. Sebuah perencanaan keuangan adalah pondasi kokoh dalam sebuah usaha karena di dalam perencanaan itu tertuang ide-ide luar biasa yang siap untuk diaplikasikan.

Seperti halnya perencanaan keuangan untuk orang yang ingin membuka usaha baru haruslah dihitung secara teliti dan mendetail hal ini akan sangat membantu mengefisienkan modal yang ada.

Perhitungan yang tepat dan cermat akan meminimalisir kerugian yang mungkin akan tejadi di awal-awal usaha. Perhitungan keuangan seperti apa saja yang harus di lakukan para wirausaha baru?

  1. Perhitungan Modal

Modal menjadi dasar awal bisnis apa yang dapat kita wujudkan, mulai dari modal keterampilan, modal pengalamanan, modal relasi sampai pada modal materi. Banyak orang sukses bukan karena memilki modal materi yang besar tetapi memiliki manajemen diri yang baik yaitu mereka memiliki modal keterampilan dan modal relasi.

Ingin mendapatkan Proposal Asuransi?
Request Proposal

Pada umumnya sebuah usaha akan berjalan minimal memiliki 3 diantara modal dasar di atas. Jika kita sudah memiliki modal keterampilan, relasi yang banyak dan pengalaman maka walaupun kita memilki modal materi yang terbatas bisa dipastikan usaha kita tetap berjalan dan akan berkembang dengan seiring waktu. Atau jika kita memilki modal materi yang banyak, keterampilan dan pengalaman ini juga akan memudahkan kita menggapai sukses, apalagi kita memiliki modal dasar itu semua.

  1. Perencanaan Strategi Usaha dan Marketing

Perencanaan strategi usaha dan marketing itu sangat penting, dimana kita harus memiliki kelebihan dan keunikan yang berbeda dari pembisnis serupa. Kita harus dapat menciptaan brand sendiri sehingga kita memiliki kekuatan dalam bersaing. Selain itu juga strategi pemasaran merupakan hal yang tidak dapat kita hindari walaupun kia hanya buka usaha warung kopi.

  1. Pemisahan Modal Tetap Dan Modal Lancar

Pemisahan ini sering kali terabaikan oleh para pembisnis karena mereka terlena akan bisnisnya. Padahal dengan tidakĀ  adanya pemisahan yang jelas, kita tidak aka tahu seberapa besar keuntungan kita. Pemisahan ini bertujuan untuk perhitungan jangka panjang, sehingga pada setiap pergantian tahun akan terlihat berapa besar keuntungan kita. Modal tetap seperti alat oprasional tidak dapat dijadikan keuntungan karea hal apapun, dia aka tetap menjadi modal yang akan habis pada waktu terentu.

  1. Manajemen Keuangan Pribadi

Pada awal usaha sering kali kita mencampurkan ang pribadi dengan uang usaha karena memilki rekening dengan nama usaha memilki beberapa persyaratan yang cukup lama untuk dipenuhi. Pada saat itulah para pembisnis pemula ii terlena dengan adanya uang yang ada padanya, yang tanpa disadari itu bukanlah uang pribadinya. Membuat rincian keuangan pribadi dapat membantu meminimalisir terpakainya uang bisnis.

  1. Perhitungan keuntungan Bersih dan kotor

Menghitung keuntungan bersih dan kotor tentu para pembisnis sudah paham, namun ada kebiasaan kecil yang sering terlupakan yaitu mengambil langsung keuntungan di bulan pertama usaha. Jika kita ingin usaha kita berkembang kita harus berkorban contohnya, pada 3 bulan pertama semua keuntungan kita kembalikan ke bisnis kita, 3 bulan berikutnya barulah kita mengambil 5% dari keuntungan bersih untuk kebutuhan kita

  1. Lindungi Usaha dengan Asuransi

Jika usaha Anda mempunyai harta benda fisik, apakah berupa bangunan atau barang di dalamnya, dapat melakukan perlindungan dengan menggunakan asuransi rumah / properti. Dengan ini Anda akan merasa aman jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada usaha Anda.

Pada awal usaha kita harus menghitung diri kita sebagai pegawai yang gajinya sesuai dengan gaji pegawai pada biasanya. Jangan pernah menempatkan diri sebagai bos pada keuangan, sehingga semua pegeluaran jelas terperinci.

Dari mulai usaha selalu gunakan prinsip keuangan dan catat secara rinci segala pengeluaran dan pemasukan keuangan perusahaan.

COMMENTS (1)

Leave a Comment

Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Name (required)
Email (required)

*

Ingin Kerjasama dengan Promopremi?