mitos asuransi

Seputar Mitos Asuransi

Banyak mitos asuransi yang beredar di tengah masyarakat  sehingga membuat orang-orang takut atau enggan untuk membeli asuransi. Apakah mitos-mitos asuransi yang sudah beredar tersebut? Berikut Promopremi akan membahas beberapa mitos.

 

  1. Mengapa kamu harus membeli Asuransi Kecelakaan Diri, padahal Jarang Melakukan Perjalanan?

Kita berada jauh dari keramaian dan hiruk pikuk, di rumah tempat dimana kita semua merasa nyaman dan aman dari kejadian tak terduga. Tapi bagaimana jika terjadi beberapa kejadian yang tak terduga di rumah? kita mungkin merasa aman di rumah kita sendiri tapi setiap kenyamanan bisa membuat kita lengah seperti kita mungkin jatuh dari tangga sehingga meneyebabkan patah punggung  atau terkena sengatan listrik dari mesin cuci atau pemanggang roti. Orang sering mengalami kecelakaan saat melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Bagaimanapun, kecelakaan datang tanpa pemberitahuan dan menyerang siapa pun dan kapan saja.

Demikian pula, kita merasa aman saat bepergian dengan mobil yang dilengkapi fitur keselamatan, mematuhi semua peraturan lalu lintas saat mengemudi / berjalan di jalan dan sepenuhnya menyadari semua instruksi keselamatan dan berhati-hati untuk menghindari kecelakaan. Namun, tidak satu pun dari langkah-langkah yang disebutkan tersebut menjamin keamanan  dari sebuah kecelakaan.

– menaiki tangga, bermain dengan teman, terutama saat kita berada di jalan.

Yang menakutkan adalah melihat keluarga kita berjuang dan mengelola biaya pengobatan, namun jika tuhan ttidak brkehendak semua itu tidak akan terjadi.

Lalu bagaimana jika kita adalah seorang ibu rumah tangga yang lebih sedikit melalukan perjalanan di luar rumah,maka kita akan berpikir tidak akan menemukan sebuah kecelakaan, inilah faktanya:

Jadi, terlepas dari usia, jenis kelamin dan profesi kita, penting untuk membeli asuransi kecelakaan diri yang menawarkan perlindungan terhadap kejadian tersebut.

 

  1. Asuransi Jiwa Hanya untuk Seorang Pekerja

Inilah yang sering kali kita dengar bahwa yang lebih tepat untuk memilki asuransi jiwa adalah seorang pekerja terutama orang yang memilki resiko tinggi kecelakaan. Namun sadarkah kita bahwa resiko terhadap jiwa bisa saja terjadi pada siapapun dengan pofesi apapun dan dalam kondisi apapun. Resiko-resiko ini kadang kala yang sering diabaikan terutama bagi orang-orang memilki profesi bekerja di ruangan.

 

  1. Asuransi itu Hanya Untuk Orang kaya karena preminya mahal

Sering kali kita bercanda atau mendengar cadaan orang “ kayak orang kaya aja, mau beli asuransi”.  Seringkah kita mendengar itu?Ya, yang memilki asuransi sering di sebut sebagai orang kaya, namun kalau kita lihat dari fungsi asuransi maka kata itu tidaklah tepat.

Karena fungsi asuransi itu sendiri adalah untuk membantu saat kita dalam keadaan yang tidak diinginkan. Lalu kalau kita pelajari secara jauh, untuk apa orang kaya mengasuransikan diri dan keluarganya karena tanpa asuransipun mereka mampu mengcover keadaan yang tidak terduga. Bagaiama dengan orang yang hidup dengan kondisi yang pas-pasan, bukankah itu lebih diperlukan bagi mereka?

Kesadaran menggunakan asuransi sering datang setelah kita mengalami  keadaan itu.  Kita yang hidup pas-pasan tidak perlukah asuransi?

Sebenarnya sangat perlu sebagai contoh asuransi dari pemerintah berupa BPJS. Bukankah itu bermanfaat? Bukankah itu mencakup semua lapisan masyarakat?

 

  1. Tidak semua profesi harus punya asuransi

Apakah anda setuju dengan pernyataan itu? Sebagian kita pasti ada yang beranggapan seperti itu karena seorang ibu rumah tangga contohnya tidak memerlukan cover asuransi atau seorang pembantu rumah tangga. Karena pekerjaan mereka cuma berkutat di rumah saja, berada dalam ligkungan yang jauh dari ancaman terjadi sebuah musibah.

Namun sering kali kita mendenngar kejadian-kejadian kecelakaan berasal dari rumah. Mulai dari kompor meledak yang mengakibatkan terbakarnya rumah ataupun komplek.

Seringnya terjadi kecelakaan di rumah terutama kamar mandi yang bisa menyebabkan kelumpuhan.

 

Untuk pemerataan asuransi, pemerintah memberikan BPJS untuk semua lapisan masyarakat, sehingga semua dapat merasakan manfaat asuransi namun pemerintah hanya mengcover asuransi kesehatan, lalu  bagaimana dengan yang lainnya?

Leave a Comment

Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Name (required)
Email (required)

*

Ingin Kerjasama dengan Promopremi?